Rusak 15 Tahun, Warga Patungan Perbaiki Jalan di Perbatasan Tangerang-Tangsel

3 days ago 1

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Warga RT 01 RW 03, Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memperbaiki akses jalan utama di Kampung Kandang Sapi yang rusak selama lebih dari 15 tahun secara patungan.

Ketua RT 01 RW 03 Pakualam, Damsik (50), mengatakan, warga terpaksa patungan setelah permohonan perbaikan jalan tak kunjung ditanggapi oleh pemerintah.

"Kalau kerusakan jalan itu sudah lama sekali, lebih dari 15 tahun. Kami sudah sering menyurati, bahkan sejak 10 tahun lalu lewat musrenbang maupun proposal, tapi tidak ada tanggapan," ujar Damsik saat ditemui Kompas.com, Senin (25/8/2025).

Baca juga: Motor Anggota TNI di Kebayoran Baru Dicuri Saat HUT ke-80 RI

Damsik menjelaskan, jalan tersebut berada di perbatasan Kota Tangerang dan Kota Tangsel.

Menurut dia, kondisi itu membuat proses perbaikan kerap terhambat karena persoalan ego wilayah dan birokrasi antarpemerintah daerah.

Karena tak ada tanggapan dari pemerintah, akhirnya warga memutuskan mengumpulkan dana swadaya dengan nominal seikhlasnya.

Bahkan, kata Damsik, pihaknya juga mendapatkan donatur yang enggan disebutkan namanya.

Setelah dana terkumpul, warga mulai bergotong royong untuk memperbaiki jalanan sepanjang 297 meter. Sekitar 50 meter jalan masuk wilayah Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, sedangkan sisanya berada di wilayah Tangsel.

Kegiatan gotong royong dimulai pada Sabtu (23/8/2025) pagi hingga malam hari.

Baca juga: 25 Pelajar Ditangkap di Ciputat Saat Hendak Ikut Demo di DPR

"Jadi Sabtu pagi kami bergerak, siangnya kami pengecoran sampai malam," imbuh dia.

Dana yang dikucurkan untuk perbaikan akses utama Kampung Kandang Sapi itu mencapai sekitar Rp 50 juta.

"Daripada menunggu ke APBD yang enggak ada keluar-keluar, yaudah patungan saja," jelas Damsik.

Meski sudah rampung, Damsik berharap pemerintah Kota Tangerang maupun Tangsel bisa lebih peduli terhadap kebutuhan dasar warga, terutama infrastruktur jalan.

"Saya mengharapkan untuk pemerintah baik Kota Tangerang, baik pun Tangsel, jangan seperti inilah. Kita sama-sama hidup di Indonesia, melihatlah ini negara kita. Jangan melihat ini batas saya, ini batas saya. Saya enggak mau seperti itu," ucap dia.

Hingga berita ini ditayangkan, Kompas.com masih mencari konfirmasi ke Kelurahan Panunggangan, Pinang, Kota Tangerang dan Kelurahan Pakualam, Serpong Utara, Tangsel, terkait kabar tersebut.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini