Said Iqbal Janji Demo Buruh Depan Gedung DPR Berjalan Damai: Tidak Ada Kekerasan

22 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta- Ribuan buruh tumpah ke jalan hari ini untuk berdemonstrasi yang terpusat di gerbang utama Gedung DPR/MPR RI Jakarta. Terkait aksi tersebut, Presiden KSPI dan Partai Buruh Said Iqbal berjanji, demo akan berjalan tertib dan tidak anarkis.

"Jangan ada kerusuhan, kita sampaikan kita minta pengamanan yang persuasif dan humanis," kata Said kepada massa aksi di gerbang utama Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Said menjelaskan, full akan ada ribuan massa aksi yang terdiri dari 74 elemen buruh. Selain itu, ada juga kelompok mahasiswa dari pelbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang rencananya juga akan ikut bergabung.

"Pada hari ini partai buruh bersama koalisi serikat pekerja termasuk KSPI yang bergabung kurang lebih 74 elemen gerakan buruh dan gerakan rakyat termasuk serikat petani, kami mendapatkan kabar juga kawan-kawan BEM seluruh Indonesia dan juga gerakan gerakan mahasiswa lainnya dan beberapa elemen lagi akan hadir di DPR RI pada sekitar di antara jam 10 atau sampai dengan jam 11," seru Said.

Said meyakini, aksi hari ini akan meluas karena tuntutan yang sama juga diorganisir oleh partai buruh, gerakan serikat buruh dan gerakan mahasiswa di berbagai wilayah lain. Meski demikian, aksi masif tersebut dipastikan Said bakal berjalan kondusif

"Aksi hari ini tidak ada kekerasan kami bersumpah menjaga aksi ini kondusif, ini adalah aksi aspirasi menyampaikan di DPR RI tuntutan ya ada enam isu," dia menandasi.

Buruh dari Bogor Bergerak ke Gedung DPR

Ratusan buruh dari Bogor, Jawa Barat, begerak menuju Jakarta untuk ikut bergabung menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI, Kamis (28/8/2025).

Ketua LKS Tripatit Serikat Pekerja Kabupaten Bogor, Komarudin mengatakan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang melakukan aksi demo di Jakarta jumlahnya sekitar 500 orang.

"Dari KSPI kurang lebih 500 orang. Mereka berangkat menggunakan mobil pribadi, ada yang sewa, rata-rata pakai minibus," ujar Komarudin.

Mereka melakukan aksi unjuk rasa menuntut penghapusan sistem outsourcing dan menolak upah murah. Menurutnya, tuntutan tersebut akan terus disuarakan hingga buruh benar-benar merasakan kehidupan yang layak.

"Sepanjang belum dinikmati oleh buruh kehidupan upah yang layak, akan kita gaungkan terus," kata dia.

Komarudin juga memastikan aksi buruh akan dilakukan damai. Pihaknya telah menginstruksikan konsolidasi interior agar tidak terjadi kerusuhan.

"Kita sudah sampaikan bahwa aksi akan damai, tidak boleh melakukan pengerusakan agar aspirasi benar-benar didengar, tidak samar, tidak tergeser dari tujuan aksinya," jelasnya.

Komarudin juga mengingatkan pemerintah agar lebih memperhatikan kesejahteraan buruh. Menurutnya, upah di Indonesia masih jauh dari layak, terlebih di beberapa daerah dengan disparitas tinggi dibanding Jabodetabek.

"Kami sangat berharap tentunya bagaimana capitalist masuk ke indonesia, tetapi jangan hanya capitalist saja yang diperjuangkan, mohon perhatikan upahnya juga. Karena bagi kami, apalah artinya kita bekerja, apalah artinya lapangan kerja seluas-luasnya tapi kehidupan kami masih dimiskinkan,” pungkasnya.

Tuntutan Buruh

Adapun sejumlah tuntutan utama yang akan disuarakan dalam demo buruh DPR, yaitu:

Hapus Outsourching dan Tolak Upah Murah (HOSTUM).

Naikkan Upah Minimum Tahun 2026 sebesar 8,5 sampai 10,5 persen.

Stop PHK: Bentuk Satgas PHK

Reformasi Pajak Perburuhan: Naikan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) Rp. 7.500.000 per bulan, hapus pajak pesangon, hapus pajak THR, hapus pajak JHT, hapus diskriminasi pajak perempuan menikah.

Sahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Ketenagakerjaan tanpa Omnibuslaw.

Sahkan RUU Perampasan Aset: Berantas Korupsi.

Revisi RUU Pemilu: Redesign Sistem Pemilu 2029.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini