Sempat Dikritik, Pramono Klaim Taman 24 Jam di Jakarta Jadi Ruang Hidup Komunitas Malam

3 days ago 1

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kebijakan membuka taman di Jakarta selama 24 jam yang sempat menuai kritik kini terbukti menghadirkan ruang hidup baru bagi berbagai komunitas malam.

Ia mencontohkan Taman Lapangan Banteng yang dikunjunginya beberapa waktu lalu. Pramono menilai, taman tersebut kini menjadi tempat berkegiatan komunitas yang aktif pada tengah malam, sehingga menghadirkan dinamika baru dalam kehidupan kota.

“Ada komunitas reptil, ada komunitas burung malam, ada komunitas yang lainnya ada di sungai-sungai ataupun selokan-selokan,” kata Pramono di Universitas Nasional, Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2025).

Baca juga: Aktivasi Taman 24 Jam, Ruang Interaksi Sosial di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta

Ia menyebut, sejak taman dibuka 24 jam, aktivitas masyarakat di ruang terbuka hijau semakin beragam.

“Dan ternyata mereka, ada juga komunitas kelompok berjalan baru dimulai jam 12 malam. Sehingga Jakarta ini begitu beranekaragam, saya bersyukur akhirnya taman-taman yang kami buka yang dulunya awalnya orang skeptis, curiga, berpandangan bahwa akan digunakan untuk hal-hal yang tidak baik,” lanjutnya.

Pramono menegaskan, keberadaan komunitas malam di taman yang dibuka 24 jam menjadi bukti bahwa ruang hijau mampu mengakomodasi banyak kepentingan.

Dari yang semula dikritik, kini taman-taman yang dibuka selama 24 jam semakin ramai dengan aktivitas positif.

“Alhamdulillah hingga hari ini hampir semua taman yang kita buka malam mendapatkan sebuah kepentingan yang luar biasa dari masyarakat Indonesia,” tutup Pramono.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa kebijakan taman dibuka 24 jam sempat menuai banyak protes.

Baca juga: Alasan Pramono Buka Taman Jakarta 24 Jam, Terinspirasi dari London

Meski begitu, ia tetap mendorong kebijakan tersebut agar masyarakat memiliki ruang publik yang bisa dimanfaatkan kapan saja.

Menurut dia, kekhawatiran soal potensi penyalahgunaan ruang publik tidak seharusnya menjadi alasan untuk membatasi akses warga terhadap fasilitas itu.

“Ketika saya awal-awal menyampaikan gagasan, ide tentang taman dibuka 24 jam banyak orang yang protes. Jangan sampai nanti digunakan untuk asusila dan sebagainya. Maka saya menjawab dengan sederhana, inilah yang harus diatasi. Bukan kemudian tamannya tidak boleh dibuka 24 jam,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, Jumat (20/6/2025).

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini