Madrid (beritajatim.com) – Tujuan utama Real Madrid mendatangkan Trent Alexander-Arnold musim ini adalah menggantikan Dani Carvajal. Apalagi, Carvajal juga baru saja pulih dari cedera ACL yang dideritanya sejak Oktober tahun lalu. Tetapi, yang terjadi justru berbalik 180 derajat. Carvajal enggan “mengalah”.
Bek 33 tahun kembali jadi starter saat Real mengalahkan Real Oviedo pada jornada kedua LaLiga (25/8). Di tiga menit jelang waktu mean habis, dia digantikan oleh Alexander-Arnold.
Situasi tersebut kebalikan dari jornada pembuka melawan Osasuna (20/8). Kala itu, Carvajal main sebagai pengganti Alexander-Arnold sejak menit ke-68.
“Sumber yang dekat dengan Carvajal mengatakan bahwa dia ingin tetap ada di starting XI selama fit. Artinya, tidak ada tempat bagi Alexander-Arnold,” tulis The Athletic.
Situasi tersebut membuat ruang ganti Real menghangat. Sebab, selain pemain senior, Carvajal juga berstatus kapten Los Merengues. Mayoritas suara pasti akan mengarah ke Carvajal.
Sedangkan posisi Alexander-Arnold adalah pemain baru. Dia juga belum sepenuhnya mengenal atmosfer Real. Itu yang membuat entrenador Xabi Alonso kembali memercayai Carvajal sebagai starter ketika melawan Oviedo.
Tetapi, situasi Carvajal dan Alexander-Arnold bukannya tanpa solusi. Xabi bisa memainkan Alexander-Arnold di Copa del Rey dan Supercopa de Espana. Atau juga sesekali di LaLiga jika Carvajal berhalangan.
Langkah lainnya adalah secara objektif. Xabi dituntut tegas dan mengacu kepada performa masing-masing di latihan untuk menentukan presumption starter di tiap pertandingan. Jika tidak, ruang ganti Real bisa jadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Imbasnya, performa tim di lapangan bakal kena imbasnya.
“Semakin banyak saingan, semakin aku termotivasi. Ini (ada Alexander-Arnold, Red) jadi tantangan hebat bagiku. Kami berdua akan menjadi pemain yang lebih baik,” papar Carvajal. (dio)