Soal Pelajar Ikut Demo di DPR, Menteri PPPA: Mungkin Mereka Ingin Tahu Apa Yang Terjadi

1 day ago 1

Arifatul Choiri Fauzi menyoroti banyak pelajar ikut demonstrasi tanpa sepengetahuan orang tua, sehingga perlu pengawasan lebih ketat.

27 Agustus 2025 | 20.02 WIB

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi (kiri) dan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, setelah pembahasan MoU Perlindungan Perempuan dan Anak di Balaikota Jakarta, 27 Agustus 2025. Tempo/Syifa Alifa

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi (kiri) dan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, setelah pembahasan MoU Perlindungan Perempuan dan Anak di Balaikota Jakarta, 27 Agustus 2025. Tempo/Syifa Alifa

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi merespons banyaknya anak-anak yang ikut aksi demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin, 25 Agustus 2025. Menurut dia, peran orang tua sangat penting untuk mencegah anak ikut aksi tersebut tanpa pengawasan.

Dalam pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menteri Arifatul mengatakan menerima laporan bahwa banyak anak usia SMP dan SMA serta STM ikut dalam demonstrasi. “Kebanyakan memang orang tuanya banyak yang tidak tahu ketika anak-anaknya ikut demonstrasi. Rata-rata seperti itu,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya pengawasan lebih ketat dari orang tua terhadap aktivitas anak. “Perlu ada pengawasan dan pemantauan dari orang tua masing-masing untuk mengetahui keberadaan anak-anaknya,” kata Arifatul.

Menteri PPPA juga mengingatkan agar keterlibatan anak dalam aksi politik dilihat secara holistik. “Mungkin anak-anak ini benar-benar tahu apa yang akan mereka bicarakan, apa yang mereka sampaikan. Bisa jadi mereka ingin tahu sebetulnya apa yang sedang terjadi,” ujarnya. Meski begitu, Menteri PPPA mengingatkan agar ruang partisipasi bagi anak tidak mengorbankan keselamatan mereka. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sebelumnya, seruan aksi demonstrasi di depan Kompleks Parlemen Senayan pada 25 Agustus beredar luas melalui pesan berantai di aplikasi perpesanan WhatsApp dan diskursus media sosial.

Demonstrasi atas inisiasi gerakan yang mengatasnamakan "Revolusi Rakyat Indonesia" tersebut mengajak elemen masyarakat, buruh, petani, dan mahasiswa untuk turun ke jalan. Lalu, polisi menembakan selongsong state aerial mata ke arah massa yang mengikuti demonstrasi. Para pendemo di antaranya  menggunakan seragam sekolah kejuruan di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Senin, 25 Agustus 2025 pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan pengamatan Tempo, para pelajar berlarian menghidari kepulan state tersebut. Kepulan state kian diperparah dengan embusan angin kencang. Gas tersebut juga dirasakan para pedagang dan pengemudi ojek online yang berada di sekitar lokasi.

Andi Adam Faturahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pilihan Editor:

Seruan Pembubaran DPR: Terhalang Konstitusi?

Read Entire Article









close
Banner iklan disini