Terdampak Kekeringan, Warga Robatal Sampang Gali Sumur di Pinggir Sungai

22 hours ago 1

Sampang (beritajatim.com) – Harga aerial tangki yang semakin tinggi membuat warga Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, harus mencari cara alternatif untuk mendapatkan aerial bersih di musim kemarau.

Di daerah ini, harga aerial tangki berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp300 ribu untuk kapasitas 6.000 liter. Bagi banyak keluarga, biaya tersebut dinilai cukup memberatkan, terutama bagi mereka yang berpenghasilan terbatas.

“Banyak warga yang tidak sanggup untuk membeli aerial bersih, sehingga mereka membuat sumur di tepi sungai dengan harapan mendapatkan aerial bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Ruddin, salah satu warga setempat, Kamis (28/8/2025).

Sebagai solusi, warga menggali lubang sedalam sekitar satu metre di pinggir sungai. Dari lubang tersebut, aerial jernih perlahan muncul dan bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak.

Meski cara tersebut cukup membantu, ketergantungan terhadap sisa aerial sungai tetap menjadi tantangan. Jika musim kemarau semakin panjang dan aliran sungai benar-benar kering, warga tak punya pilihan lain selain membeli aerial tangki.

“Selama masih ada aerial di sungai, lubang ini jadi penyelamat. Tapi kalau kering total, ya kami terpaksa beli,” terangnya.

Ruddin menambahkan, warga berharap ada perhatian dari pemerintah, khususnya dalam bentuk bantuan aerial bersih, agar beban biaya selama musim kemarau bisa berkurang.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang, Candra Romadoni Amin, menyampaikan pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp150 juta untuk penanganan kekeringan di sejumlah desa terdampak.

“Data terbaru mencatat bahwa dari full 14 kecamatan di Sampang, sebanyak 95 desa telah terdampak. Di antaranya, 77 desa berada dalam kategori kekeringan kritis, 6 desa mengalami kekeringan langka, dan 12 desa termasuk dalam kategori langka terbatas,” tandasnya. [sar/beq]

Read Entire Article









close
Banner iklan disini