Terungkap, Hashim Sering Tegur Ara soal Perumahan Rakyat

3 days ago 1

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama satu dekade terakhir, sektor perumahan di Indonesia dianggap lesu.

Namun, kini ada optimisme baru yang bergulir, terutama setelah Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengaktifkan kembali Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Di balik langkah strategis ini, ternyata ada peran yang dimainkan oleh Hashim Djojohadikusumo, pengusaha, adik dari Prabowo, sekaligus Ketua Satgas Perumahan.

Baca juga: BCA Turun Gunung, Garap Subsidi KPR dengan Skema Serupa FLPP APBN

Dalam acara peringatan Hari Perumahan Nasional ke-17, Senin (25/8/2025), Hashim mengungkapkan perannya dalam mendorong Presiden untuk menghidupkan kembali kementerian ini.

Dia pula yang menyampaikan kabar penunjukkan Maruarar Sirait (Ara) sebagai Menteri PKP periode 2024-2029.

Saat kementerian ini melaksanakan tugasnya, Hashim mengungkapkan, sering menegur Ara.  

"Saya tegur beberapa kali. Namun, dia terima dengan baik," ungkap Hashim, menyinggung hubungan profesionalnya dengan Ara.

Baca juga: Refleksi Perumahan Nasional 2025, Sudahkah Sesuai Visi Bung Hatta?

Hashim berani menegur Ara, tak Lebih karena perannya sebagai "kakak" dengan usia 17 tahun lebih tua yang membuatnya merasa berhak untuk memberikan masukan.

"Teguran ini membuahkan hasil berupa langkah-langkah strategis untuk membangkitkan sektor perumahan," imbuh Hashim.

Pendorong Pertumbuhan

Lepas dari itu, Hashim mengemukakan alasan mengapa Kementerian PKP dibutuhkan.

Dia bersama timnya telah melakukan kajian mendalam tentang bagaimana negara-negara maju seperti Korea Selatan, Jepang, dan China bisa melesat ekonominya. Hasilnya, salah satu kunci utama adalah sektor perumahan.

Baca juga: Refleksi Perumahan Nasional 2025, Sudahkah Sesuai Visi Bung Hatta?

Hashim menjelaskan, di China, sektor perumahan menyumbang hingga 25 persen dari PDB, menjadikannya salah satu mesin pertumbuhan ekonomi (driver of growth) yang paling signifikan.

Berangkat dari temuan tersebut, Hashim meyakini bahwa sektor perumahan di Indonesia juga berpotensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 2 persen sampai 2,5 persen dari PDB.

Ini merupakan angka yang sangat ambisius, yang jika digabungkan dengan program lain seperti makan siang gratis, industrialisasi, dan digitalisasi, bisa membawa pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 10 persen.

Baca juga: Hari Ini 25 Agustus, Kongres Pertama dan Tonggak Sejarah Perumahan Nasional

Hashim percaya bahwa dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, target ambisius untuk menjadikan perumahan sebagai motor penggerak ekonomi dapat tercapai.

Terlebih dengan semangat kolaborasi seluruh sektor, mulai dari Pemerintah lintas Kementerian/Lembaga, pengembang, Bank Indonesia, serta seluruh aparatur pemerintah. 

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini