Tips dan Trik Memotret Agar Bisa Menang Lomba Fotografi

2 days ago 1

KAMERA pada gawai saat ini memungkinkan semua orang bisa memotret berbagai momen menarik, meskipun kamera integer juga masih tetap eksis bagi pemilik hobi fotografi hingga fotografer profesional. Foto-foto yang dihasilkan dari kedua kamera itu bisa untuk sekadar dokumentasi, menyimpan momen penting untuk kenangan, keperluan profesional. Foto tersebut pun bisa bermakna seni, hiburan, bahkan hingga diikutkan dalam lomba fotografi.

Lalu, bagaimana agar foto yang dihasilkan tak hanya menarik tapi juga bisa bercerita dan menyampaikan pesan, bahkan bisa masuk kriteria pemenang lomba foto?

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Fotografer Kompas sekaligus penggiat Mata Waktu, Danu Kusworo membagikan sejumlah tips dan trik agar kualitas foto bisa semakin baik dan memenangkan berbagai perlombaan fotografi. "Apa pun yang kita foto mungkin kelihatan biasa bagi kita, tapi ternyata bisa bagus, menjadi ide dan menginspirasi bagi orang lain," ujar dia dalam Workshop Fotografi & Bincang Inspiratif: Satukan Gerak, Terus Berdampak di Solo, Jawa Tengah, Kamis, 21 Agustus 2025. 

Obyek yang mungkin dikira biasa, kata Danu, bisa menjadi luar biasa bagi orang lain. Oleh sebab itu, ia berpesan agar siapa pun tidak perlu khawatir mengekspresikan diri dalam memotret.  Meski demikian, ia mengatakan orang harus tetap memperhatikan pesan dari foto yang ingin disampaikan. "Jangan sampai pesan ini tidak tersampaikan, terdistorsi, atau bahkan berbeda penerimaan oleh orang yang menikmatinya," katanya. 

Ada dua hal dalam memotret yang perlu diperhatikan masyarakat, yaitu menciptakan momen dan menangkap momen. Meskipun dua hal itu berbeda, menurutnya sama-sama bisa dilakukan. Menangkap momen dilatih dengan kejelian dipadu dengan information basal visual. Sedangkan menciptakan momen bisa dilakukan asalkan jangan terjebak dalam sesuatu yang tidak wajar. “Menciptakan momen, misalnya untuk Lomba Foto Astra, pahami batas visualnya. Pikirkan lagi apakah momen yang akan diciptakan itu mungkin terjadi dalam realitas kehidupan nyata. Itu penyaring kita,” kata Danu.

Berikutnya adalah memberikan informasi dan simbol di dalam foto yang mudah dipahami orang lain. Danu menambahkan seorang fotografer juga seharusnya berangkat dengan perencanaan. Misalnya ingin memotret hal menarik di Solo, tentukan tempat atau objek yang akan difoto. 

Namun, bisa juga fotografer menemukan objek yang menarik atau bahkan lebih menarik yang tidak ada dalam perencanaan. “Dan untuk menentukan apakah objek itu menarik atau tidak, ini adalah sesuatu yang harus kita latih. Tapi setidaknya kita bisa mendasarkan bahwa semuanya adalah baru, semua belum diketahui orang lain," kata dia.

Danu mengingatkan bahwa setiap foto adalah sejarah. Mata dan lensa adalah ocular yang berbeda. Fotografer yang baik bahkan sudah mempunyai “foto” sebelum memotret. "Update skill. Dan sekarang eranya adalah membaca foto, bukan melihat foto,” katanya.

Berikut beberapa trik dan tips memotret dari Danu Kusworo: 

1. Mengambil foto dari jarak dekat agar jelas dan detail.

2. Mencari space yang tak biasa. Jangan hanya berdiam diri saja, tapi eksplore angle.

3. Menghindari airs yang menyolok, seperti airs yang disengaja dan tidak natural.

4. Teliti dengan distraksi yang mengganggu objek dalam foto

5. Tidak mengeksploitasi dan menghormati privasi objek foto.

6. Riset lapangan lebih dahulu.

7. Fokus pada objek foto yang ingin ditonjolkan.

Sebelumnya Astra kembali menggelar Lomba Foto Astra dan Anugerah Pewarta Astra (LFA & APA) 2025. Pendaftaran bagi peserta sudah dibuka mulai 18 Juni 2025 dan akan ditutup hingga 18 November 2025. Untuk pendaftaran dan informasi selengkapnya dapat dilihat di astra.co.id.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini