Tol Dalam Kota Kembali Dibuka Usai Demo DPR, Arus Lalin Berangsur Normal

3 days ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Arus lalu lintas di Tol Dalam Kota Gatot Subroto kembali dibuka setelah sempat ditutup akibat demonstrasi berujung ricuh di depan Gedung DPR/MPR, Senin (25/8/2025).

Pembukaan dimulai pukul 20.47 WIB. Sebelumnya mobil patroli polisi melakukan sterilisasi jalur, disusul kendaraan pribadi yang kembali melintas.

“Baru saja akses dalam tol sudah kita buka. Yang dari arah Cawang ke arah Grogol maupun sebaliknya sudah kita buka. Sudah normal, termausk arus lalu lintas Arteri yang ke arah Cawang juga sudah normal," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin kepada wartawan, Senin malam.

Meski begitu, arus dari Cawang menuju Slipi masih dialihkan sementara ke arah TVRI lewat Patal Senayan. Pasalnya, separator busway di jalur tersebut dirusak massa. Kini tengah dirapikan petugas.

“Saat ini hanya tinggal arus lalu lintas dari Arteri ya, dari Cawang yang mengarah ke Slipi. Saat ini masih kami alihkan. Sementara waktu ke TVRI silakan masyarakat bisa menggunakan akses Patal Senayan. Mengingat saat ini masih ada perbaikan separator busway yang dirusak oleh masa dan berada di tengah jalan," ujar dia.

"Saat ini sedang kita rapikan dulu sebentar, nanti setelah sudah rapi baru kita buka akses yang Ladokgi arah Slipi," tandas dia.

Demo DPR Ricuh, Polisi Amankan Sejumlah Demonstran

Demonstrasi berujung ricuh di Gedung DPR/MPR RI, Senin (25/8/2025). Polisi mengamankan sejumlah demonstran.

Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra.

"Ada yang diamankan," kata dia saat dihubungi, Senin malam.

Roby mengatakan yang ditangkap bukan dari kalangan mahasiswa. “Pelajar dan anarko," ujar dia.

Terkait jumlahnya, Robby belum membeberkan secara detail.

"Masih kita information dulu,” ucap dia.

Massa Bentrok dengan Aparat, Pos Polisi Dirusak

Unjuk rasa di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat kembali ricuh pada Senin (25/8/2025) malam. Bentrokan antara massa dengan aparat kepolisian pecah di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan. Sebuah Pos Polisi (Pospol) dekat pintu 11 GBK porak-poranda dirusak pengunjuk rasa.

"Woi jangan mundur, jangan lari," teriak salah satu demonstran, sembari melempari kaca Pospol dengan batu.

Kepolisian yang berjaga langsung maju dari arah Kemenpora, menembakkan state aerial mata berkali-kali. Massa yang kebanyakan pelajar panik, berhamburan ke arah Jalan Asia Afrika.

Kericuhan ini menjadi bentrokan ketiga dalam aksi bertajuk “Revolusi Rakyat Indonesia”. Sejak siang, kerusuhan sudah pecah di depan DPR, lalu merembet ke Gerbang Pancasila, dan berlanjut ke Gerbang Pemuda dan Kolong Tol Slipi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary menyayangkan sejumlah pihak yang melakukan aksi perusakan fasilitas publik, saat aksi massa di Gedung DPR/MPR RI Jakarta. Menurut dia, hal itu dilakukan oleh pihak tidak bertanggungjawab.

"Ada hal yang disayangkan, ada pihak-pihak lain yang mencoba memanfaatkan situasi dan melakukan hal-hal yang mengganggu keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) rekan-rekan tadi sudah tau juga di lapangan ada kendaraan roda dua yang dibakar kemudian pagar kawat di depan DPR dirusak kemudian ada separator busway dirobohkan yang diduga dilakukan oleh pihak lain yang ingin memanfaatkan situasi," kata Ade di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (25/8/2025).

Demi membuat situasi kondusif, Ade memastikan ribuan personel sudah diterjunkan. Total, ada 1.250 anggota gabungan yang terdiri dari Polri, TNI dan Satpol PP.

"Kami secara bertahap telah melalukan upaya dengan menurunkan 1.250 personel. Terhadap para pihak yang ingin memanfaatkan situasi melakukan tindakan menyebabkan terganggunya ketertiban umum terganggunya situasi Kamtibmas tentunya telah dilakukan tindakan penertiban," tegas Ade.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini