Topan Kajiki memicu banjir yang menewaskan delapan orang, termasuk satu orang di Thailand dan tujuh orang di Vietnam, kata pihak berwenang pada Rabu 27 Agustus 2025. Seperti dilansir CNA, pemerintah Vietnam memperingatkan akan adanya lebih banyak banjir bandang dan tanah longsor di masa mendatang.
Badai tersebut, yang menerjang Vietnam pada Senin petang sebelum melemah menjadi depresi, telah menyebabkan banjir dan tanah longsor yang meluas di Vietnam dan Thailand.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Di Vietnam, satu orang dilaporkan hilang dan 34 orang terluka akibat topan ini.
Hujan deras telah menyebabkan banjir dan tanah longsor di delapan provinsi di Thailand, yang berdampak pada lebih dari 180 rumah tangga, kata Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand pada Rabu.
Di Vietnam, Kajiki dan banjir yang menyertainya telah merusak dan merendam lebih dari 10.000 rumah dan kantor, serta lebih dari 86 hektar lahan padi dan tanaman komersial, kata pemerintah Vietnam dalam sebuah pernyataan pada Rabu.
Topan Kajiki juga telah merobohkan tiang listrik, mengakibatkan pemadaman listrik yang berdampak langsung pada 1,6 juta orang, sebagian besar di Provinsi Ha Tinh dan Nghe An, tambah pernyataan tersebut.
Jalan-jalan di Hanoi juga terendam banjir parah, sementara hujan deras terus mengguyur ibu kota, yang sedang bersiap untuk menyelenggarakan parade Hari Nasional terbesar negara itu dalam beberapa dekade pekan depan. Ini bertepatan dengan peringatan 80 tahun deklarasi kemerdekaannya.
Badan prakiraan cuaca nasional mengatakan hujan deras akan terus melanda provinsi-provinsi utara pada Rabu, dengan beberapa wilayah kemungkinan akan mencapai 70 milimeter dalam tiga hingga enam jam.
"Banjir bandang dan tanah longsor dapat terjadi, berdampak negatif terhadap lingkungan, mengancam nyawa manusia ... dan menyebabkan kerusakan pada kegiatan produksi dan sosial-ekonomi," kata badan tersebut.
Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh telah menandatangani Arahan No. 148 yang menyerukan tindakan mendesak untuk mengatasi dampak Badai Kajiki dan banjir susulannya seperti dilansir Vietnam Briefing.
Sebanyak 15 rumah ambruk, sementara 8.719 rumah, 63 sekolah, dan delapan fasilitas kesehatan mengalami kerusakan atap atau struktur. Selain itu, 3.614 rumah terendam banjir.
Sebelum menerjang Vietnam, Kajiki melewati pantai selatan Hainan, Cina, pada Ahad, memaksa kota wisata Sanya di provinsi kepulauan itu untuk menutup bisnis dan transportasi umum.