JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pemangkasan trotoar di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, hanya dilakukan di tujuh titik yang terdampak proyek pembangunan.
Langkah ini disebut sebagai solusi sementara untuk mengurai kemacetan.
Menurut Pramono, kebijakan tersebut tidak berlaku untuk seluruh trotoar, melainkan hanya di titik-titik pendek yang memang sudah terganggu proyek pembangunan.
“Mohon untuk jangan di-clickbait yang trotoar untuk dimanfaatkan itu bukan sepanjang trotoar, hanya ada 7 titik yang pendek-pendek, dan disitulah ada pembangunan,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (25/5/2025).
Baca juga: Flyover dan Underpass di Jalan TB Simatupang, Solusi Jangka Panjang Pemprov DKI Atasi Macet
Pramono menegaskan, trotoar di titik yang dipangkas sejatinya memang sudah tidak bisa digunakan akibat pembangunan.
“Trotoarnya juga udah nggak bisa digunakan karena udah dibangun. Saya termasuk yang pasti nggak maulah trotoar digunakan untuk lalu lintas. Ini hanya temporari, mengurangi kemacetan sehingga dilakukan apa rekayasa,” kata Pramono.
Selain pemanfaatan trotoar terbatas, Pemprov DKI juga mengkaji kemungkinan membuka pintu keluar (exit) tol tambahan di kawasan TB Simatupang.
Langkah ini diambil untuk mengurangi beban kepadatan di exit tol Fatmawati–Pondok Labu.
“Kami sedang memikirkan apakah perlu ada buka lagi salah satu outlet untuk keluar dari jalan tol sehingga semuanya tidak yang seperti sekarang,” ungkap Pramono.
Baca juga: Akar Macet Jalan TB Simatupang: Awalnya Dibangun untuk Mobilitas Cepat, Bukan untuk Kantor-Komersial
Tiga Proyek Sekaligus di TB Simatupang
Kawasan TB Simatupang saat ini menghadapi kemacetan parah karena sejumlah proyek berlangsung bersamaan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyebut sedikitnya ada tiga proyek besar milik Pemprov DKI yang sedang dikerjakan di jalur tersebut.
“Di sana mulai dari simpang Pasar Minggu sampai dengan ke Ampera itu adalah pembangunan pipanisasi, peningkatan kapasitas pipanisasi air minum PAM Jaya,” ucap Syafrin di Balai Kota Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Kemacetan juga diperparah dengan adanya proyek galian milik pemerintah pusat yang termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN), yaitu Jakarta Sewerage Development Project.
Baca juga: Macet di TB Simatupang: Jalan Tak Bisa Dilebarkan Lagi, Ahli Beri Solusi Efektif Lain
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!