Vidio Jelaskan soal Dugaan Pelanggaran Lisensi Liga Inggris di Klaten: Promosi Nobar untuk Komersial

2 days ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Senior VP Legal Vidio Gina Golda Pangaila menanggapi pemberitaan mengenai dugaan pelanggaran hak lisensi eksklusif Liga Inggris oleh Cafe Alero di Klaten, Jawa Tengah. Dia menegaskan Vidio tidak pernah mempermasalahkan kegiatan non-komersial, termasuk acara keluarga maupun kegiatan sosial.

"Vidio tidak pernah keberatan apalagi memproses secara hukum kegiatan acara keluarga, kegiatan sosial, maupun aktivitas non-komersial. Fokus kami adalah melindungi hak siar dengan cara yang terukur, yaitu terhadap penggunaan konten eksklusif secara komersial tanpa izin resmi,” ujar Gina, dalam keterangan resmi, Rabu (27/8/2025). 

Menurutnya, pemegang hak nonton bareng (public viewing) Liga Inggris dan FA Cup adalah Infront Edge Global (IEG). Kasus ini bermula ketika IEG menemukan bukti penayangan pertandingan Liga Inggris secara publik di country komersial, yakni Cafe Alero di Klaten, tanpa lisensi resmi.

"IEG juga mendapatkan bukti berupa beberapa postingan di media sosial yang dilakukan oleh Cafe Alero untuk mempromosikan kegiatan nonton bareng tersebut,” jelas Gina.

Gina menambahkan, IEG telah menempuh jalur hukum secara bertahap, mulai dari somasi hingga upaya mediasi. "Setelah tidak tercapai kesepakatan dalam proses mediasi, barulah dilanjutkan dengan laporan resmi ke pihak berwenang,” katanya.

Hormati Proses Hukum

Lebih lanjut, ia menegaskan Vidio bersama IEG menghormati proses hukum dan tetap membuka ruang dialog. 

"Sebagai level resmi pemegang lisensi Liga Inggris di Indonesia, tugas Vidio adalah memastikan hak-hak lisensi dilindungi secara adil, baik bagi pemegang hak siar maupun pelanggan setia kami yang telah mengakses layanan secara resmi,” ujar Gina.

Vidio juga memastikan bahwa semua penayangan siaran melalui platformnya dapat digunakan untuk konsumsi pribadi, acara keluarga, maupun aktivitas non-komersial di rumah. 

Gina menegaskan, penegakan hak siar hanya berlaku untuk tempat usaha yang menayangkan konten secara komersial tanpa izin resmi.

"Kami berharap klarifikasi ini dapat membantu meluruskan informasi yang berkembang, serta menegaskan komitmen Vidio untuk selalu menegakkan aturan dengan cara yang proporsional dan berlandaskan prinsip keadilan,” tutup Gina. 

Read Entire Article









close
Banner iklan disini