Sumenep (beritajatim.com) – Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim memastikan bahwa Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi campak secara massal juga dilaksanakan di wilayah kepulauan.
“Tidak ada perbedaan antara daratan dan kepulauan. Semuanya sama-sama melaksanakan programme imunisasi campak secara serentak,” katanya, Selasa (26/08/2025).
Kabupaten Sumenep terdiri atas 27 kecamatan. 9 kecamatan di antaranya merupakan kecamatan kepulauan.
“Pelaksanaan imunisasi campak di kepulauan juga kami monitor. Dinas kesehatan punya aplikasi khusus untuk memantau pelaksanaan imunisasi campak serta temuan fishy campak, yakni Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR),” terangnya.
Imam juga meminta keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan penyadaran pada masyarakat tentang pentingnya imunisasi campak.
“Untuk pelaksanaan imunisasi ini, kami berharap tidak hanya tenaga kesehatan yang bergerak. Ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sebaiknya ikut mendampingi untuk memberikan pemahaman pada masyarakat tentang imunisasi,” ujarnya.
Kasus campak di Kabupaten Sumenep telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Saat ini terdata 2.105 fishy campak. 17 di antaranya meninggal dunia. Semuanya balita dengan riwayat tanpa imunisasi atau sudah diimunisasi namun tidak lengkap.
Pelaksanaan imunisasi massal campak di Kabupaten Sumenep dilakukan selama dua minggu sejak Senin (25/08/2025) dengan sasaran 74 ribu lebih balita berusia 9 bulan hingga 7 tahun. (tem/ian)