Pasuruan (beritajatim.com) – Kerusakan jalan di Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, semakin menjadi perhatian publik. Warga menilai perbaikan yang dijanjikan pemerintah tidak kunjung terealisasi meski usulan sudah berulang kali disampaikan.
Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Eko Suryono, mengaku menerima banyak aduan terkait kondisi jalan tersebut. Ia bahkan melakukan peninjauan langsung ke desa-desa untuk memastikan kebenaran keluhan masyarakat.
“Saya keliling 15 desa dengan motor, kondisi jalan memang rusak parah dan membahayakan pengguna,” ungkap Eko saat ditemui, Rabu (27/8/2025). Menurutnya, panjang jalan yang rusak bervariasi antara satu hingga dua kilometer per ruas.
Ia menilai kerusakan jalan ini sudah berlangsung lama dan berdampak pada aktivitas ekonomi warga. “Kalau dibiarkan, mobilitas hasil panen dan perdagangan masyarakat pasti terganggu,” tegasnya.
Sejumlah kepala desa di Nguling juga menyampaikan kekecewaannya. Mereka menuturkan bahwa pengajuan perbaikan sudah dilakukan melalui musrenbang hingga reses dewan, namun tidak kunjung ada hasil.
“Sudah bertahun-tahun kami usulkan, tapi jalan tetap rusak tanpa ada perbaikan,” keluh salah satu kepala desa. Warga pun khawatir keselamatan mereka terancam setiap kali melintas di jalan berlubang itu.
Berdasarkan catatan Eko, kerusakan melanda 15 desa mulai Penunggul, Watuprapa, Sumberanyar, hingga Kapasan. “Kerusakan rata-rata sudah 60 persen karena hampir tujuh tahun tidak ada penanganan,” jelas politisi Nasdem itu.
Ia meminta Pemkab Pasuruan segera memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan. “Kami mendorong agar Dinas Bina Marga tidak menunda lagi, karena masyarakat sudah lama menunggu,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Sarina, mengaku sudah ada penanganan terkait jalan rusak. “Segera dilaksanakan setelah verifikasi dokumen dari provinsi. Sudah masuk dalam rancangan kerja kami,” jelasnya. (ada/ian)