TRIBUNNEWS.COM - Soal TKA Bahasa Indonesia di bawah ini ditujukan bagi siswa kelas 12 SMA, SMK, MA sederajat yang akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik.
TKA adalah asesmen terstandar untuk mengukur capaian akademik murid dalam mata pelajaran tertentu dan sifatnya tidak wajib.
TKA bagi siswa kelas 12 SMA/SMK sederajat akan berlangsung pada dua gelombang yaitu 3-4 November 2025 dan 5-6 November 2025 serta satu gelombang khusus pada 8-9 November 2025.
Siswa kelas 12 SMA/SMK yang akan mengikuti TKA dapat mempersiapkan diri mulai dari sekarang. Caranya dengan berlatih soal TKA.
Nantinya, soal TKA akan berbentuk pilihan ganda biasa, yaitu soal dengan hanya satu pilihan jawaban yang benar dan pilihan ganda kompleks, yaitu soal dengan pilihan jawaban benar bisa lebih dari satu.
Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran (mapel) wajib dalam pelaksanaan TKA bagi kelas 12 SMA/SMK sederajat.
Mengutip dari situs Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), TKA Bahasa Indonesia difokuskan pada salah satu keterampilan berbahasa, yakni membaca.
Membaca dipilih sebagai fokus karena merupakan keterampilan utama yang menjadi fondasi untuk terus belajar dan bekerja pada epoch teknologi yang berubah dan berkembang sangat cepat.
Siswa kelas 12 dapat mengerjakan contoh soal TKA Bahasa Indonesia secara mandiri terlebih dahulu. Kemudian mencocokkan dengan kunci jawaban yang telah tersedia.
Baca juga: Format Surat Pernyataan Keikutsertaan TKA untuk Siswa Kelas 12, Dilengkapi Link PDF
Soal TKA Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA, SMK
Inilah 10 soal TKA Bahasa Indonesia kelas 12 SMA, SMK sederajat beserta kunci jawaban yang dikutip dari pusmendik.kemdikbud.go.id:
Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 1-3
Dampak Ekonomi Digital terhadap Pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
Ekonomi integer telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek bisnis, terutama bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Dengan adanya teknologi digital, UKM kini memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. Transformasi ini didorong oleh beberapa faktor utama, seperti perkembangan e-commerce, sistem pembayaran digital, pemasaran berbasis data, serta pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Salah satu perubahan signifikan dalam ekonomi integer adalah kemudahan akses ke level e-commerce. UKM yang sebelumnya hanya mengandalkan toko fisik kini dapat menjual produknya melalui berbagai marketplace daring. Hal ini memungkinkan mereka menjangkau konsumen di luar wilayah lokal, bahkan hingga ke pasar internasional. Dengan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan toko fisik, UKM dapat mengalokasikan dana untuk inovasi dan peningkatan kualitas produk. Selain itu, sistem pengiriman yang semakin efisien memungkinkan UKM memenuhi pesanan dengan lebih cepat dan tepat waktu.
Selain akses pasar yang lebih luas, sistem pembayaran integer juga telah meningkatkan efisiensi transaksi keuangan. Penggunaan dompet integer dan pembayaran nontunai tidak hanya mempermudah konsumen dalam berbelanja, tetapi juga membantu UKM dalam mencatat keuangan secara lebih akurat. Keuntungan lain dari ekonomi integer adalah strategi pemasaran berbasis data. Melalui analisis information pelanggan, UKM dapat memahami tren pasar dan perilaku konsumen dengan lebih baik. Misalnya, penggunaan iklan integer yang ditargetkan memungkinkan UKM menjangkau segmen pasar yang lebih spesifik sehingga efektivitas promosi meningkat.
Meskipun menawarkan banyak manfaat, transformasi integer juga menghadirkan tantangan. UKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan meningkatkan literasi integer agar tetap kompetitif. Selain itu, keamanan information menjadi aspek penting yang harus diperhatikan dalam menjalankan bisnis secara integer untuk menghindari risiko peretasan dan penyalahgunaan informasi pelanggan. Dengan segala peluang dan tantangannya, ekonomi integer telah menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan UKM. Jika dikelola dengan baik, digitalisasi dapat menjadi pendorong utama bagi keberlanjutan dan daya saing usaha kecil di epoch modern ini.
(Sumber: Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia)
1. Bagan yang tepat untuk menggambarkan bagian-bagian penting dalam teks tersebut adalah ….
A.

B.

C.

D.

E.

Kunci Jawaban: A
2. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebut?
Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!
A. Paragraf pertama (1) menggunakan pola sebab-akibat karena menjelaskan bagaimana teknologi integer menyebabkan perubahan bagi UKM. (Benar/Salah)
B. Paragraf kedua (2) menggunakan pola proses karena menjelaskan langkah-langkah bagaimana UKM memanfaatkan e-commerce. (Benar/Salah)
C. Paragraf ketiga (3) menggunakan pola klasifikasi karena membagi sistem pembayaran UKM menjadi beberapa kategori yang berbeda. (Benar/Salah)
Kunci Jawaban: A (Benar)
B (Benar)
C (Benar)
3. Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.
Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah untuk memahami isi informasi yang disajikan.
Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai information pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.
Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan dari informasi yang disajikan tersebut?
A. Sena menyoroti bahwa teks harus mudah dipahami oleh semua kalangan, termasuk yang awam terhadap ekonomi. (Setuju/Tidak Setuju)
B. Sena mempertimbangkan kelengkapan dan dasar bukti dari informasi yang merupakan bagian dari menilai keakuratan teks. (Setuju/Tidak Setuju)
C. Sena memiliki inisiatif untuk memperbaiki isi teks dengan pendapat pribadinya sebagai ahli ekonomi agar lebih informatif. (Setuju/Tidak Setuju)
Kunci Jawaban: A (Tidak Setuju)
B (Setuju)
C (Tidak Setuju)
Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 4-6
Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, kami harus berpisah.
Bertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca- kaca.
Saat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas isya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. ”Tidak ganti baju?” tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat. Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasanya sangat tidak elok.
Saya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coklatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis.
4. “Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”
Penggunaan kata serapan boyongan dapat memperjelas peristiwa yang dialami tokoh saya, yaitu ...
A. Peristiwa pindahan yang sering dialami pegawai suatu instansi untuk kepentingan promosi jabatan.
B. Peristiwa pindah rumah dari kampung halaman ke tempat yang jauh untuk jangka waktu lama.
C. Pindah rumah bersama seluruh anggota keluarga dengan membawa semua barang rumah tangga.
D. Pindah rumah untuk mengikuti tugas kedinasan orang tua di tempat baru yang letaknya sangat jauh.
E. Kegiatan pindah rumah untuk sementara waktu dan akan berpindah lagi ke rumah dinas yang lain.
Kunci Jawaban: C. Pindah rumah bersama seluruh anggota keluarga dengan membawa semua barang rumah tangga.
5. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu?
Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pernyataan berikut!
A. Sahabat tokoh saya masih memiliki seragam pramuka untuk dipakai. (Tepat/Tidak Tepat)
B. Punggung sahabat tokoh saya tidak akan memiliki luka bakar. (Tepat/Tidak Tepat)
C. Sahabat tokoh saya akan mencari jangkrik tanpa perlu berlari. (Tepat/Tidak Tepat)
Kunci Jawaban: A (Tepat)
B (Tidak Tepat)
C (Tepat)
6. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?
Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
A. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan.
B. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja.
C. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya.
D. Dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang.
E. Rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya.
Kunci Jawaban: C. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya.
D. Dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang.
E. Rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya.
Teks untuk soal nomor 7 s.d. 10!
(1) Perubahan iklim yang semakin nyata dan ancaman terhadap kelestarian bumi menuntut kita untuk mencari solusi efektif dalam menjaga keseimbangan alam. (2) Salah satu solusi yang paling menjanjikan adalah penggunaan teknologi hijau. (3) Teknologi hijau juga dikenal sebagai teknologi ramah lingkungan. (4) Teknologi ini merupakan inovasi yang dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan lingkungan global, terutama terkait dengan perubahan iklim.
(1) Perubahan iklim, yang dipicu oleh peningkatan emisi state rumah kaca akibat aktivitas manusia, menyebabkan cuaca ekstrem, suhu planetary yang meningkat, dan naiknya permukaan aerial laut. (2) Hal tersebut juga memicu deforestasi, polusi, dan mengancam keberagaman hayati di seluruh dunia. (3) Oleh karena itu, kita harus mengambil langkah tegas agar dampak perubahan iklim ini tidak semakin parah. (4) Teknologi hijau seperti energi terbarukan (tenaga surya, angin) dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang menjadi penyebab utama emisi state rumah kaca satellite ini.
(1) Teknologi hijau juga sangat penting dalam upaya adaptasi terhadap dampak perubahan iklim yang sudah tidak bisa dihindari. (2) Sistem pertanian presisi, infrastruktur tahan bencana alam, serta teknologi untuk menginvestigasi banjir dan kekeringan adalah contoh bagaimana teknologi hijau bisa membantu masyarakat beradaptasi dengan kondisi yang berubah.
(1) Dengan kondisi bumi yang semakin menghadapi tantangan besar, seperti pemanasan global, polusi, kelangkaan sumber daya, dan hilangnya keanekaragaman hayati, penerapan teknologi hijau adalah keharusan. (2) Melalui teknologi hijau, kita dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan memperbaiki kualitas hidup.
Sumber: https://www.rri.co.id/iptek/1281411/
7. Manakah kalimat yang memiliki penggunaan kata serapan yang tepat?
Tentukan Tepat atau Tidak Tepat pada setiap pernyataan berikut
A. Kata “deforestasi” pada kalimat (2) paragraf kedua. (Tepat/Tidak Tepat)
B. Kata “menginvestigasi” pada kalimat (2) paragraf ketiga. (Tepat/Tidak Tepat)
C. Kata “polusi” pada kalimat (1) paragraf keempat. (Tepat/Tidak Tepat)
Kunci Jawaban: A (Tepat)
B (Tidak Tepat)
C (Tepat)
8. Hubungan makna antara kalimat (2) dan (3) pada paragraf kedua adalah ….
A. Akibat-sebab yang diperkuat dengan contoh deforestasi dan kerusakan lingkungan
B. Sebab-akibat yang mengajak pembaca untuk mengambil langkah tegas
C. Penegasan yang diperinci dengan contoh konkret yang bisa diaplikasikan pembaca
D. Perbandingan dari dua pandangan terkait dampak negatif deforestasi
E. Penyimpulan bahwa teknologi hijau merupakan solusi masalah deforestasi
Kunci Jawaban: B. Sebab-akibat yang mengajak pembaca untuk mengambil langkah tegas
9. Kalimat yang tepat untuk mengakhiri uraian pada paragraf keempat adalah …
A. Pada sisi lain, teknologi hijau memunculkan deforestasi dan polusi.
B. Sehingga dampak negatif lingkungan berdampak pula pada kualitas hidup.
C. Di samping itu, teknologi hijau dapat menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi yang akan datang.
D. Di samping itu, bumi yang menggunakan teknologi hijau akan semakin menghadapi tantangan besar.
E. Jadi, teknologi hijau berperan dalam menghilangnya keanekaragaman hayati.
Kunci Jawaban: C. Di samping itu, teknologi hijau dapat menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi yang akan datang.
10. Manakah fakta-fakta yang mendukung simpulan bahwa teknologi hijau berperan dalam perubahan iklim?
Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
A. Teknologi hijau merupakan inovasi yang dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan lingkungan global, terutama terkait dengan perubahan iklim.
B. Perubahan iklim, yang dipicu oleh peningkatan emisi state rumah kaca akibat aktivitas manusia, menyebabkan cuaca ekstrem, suhu planetary menurun, dan naiknya permukaan aerial laut.
C. Teknologi hijau seperti energi terbarukan (tenaga surya, angin) dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
D. Teknologi hijau juga sangat penting dalam upaya adaptasi terhadap dampak perubahan teknologi yang sudah tidak bisa dihindari.
E. Melalui teknologi hijau, kita dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan memperbaiki kualitas hidup.
Kunci Jawaban: A. Teknologi hijau merupakan inovasi yang dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan lingkungan global, terutama terkait dengan perubahan iklim.
C. Teknologi hijau seperti energi terbarukan (tenaga surya, angin) dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
E. Melalui teknologi hijau, kita dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan memperbaiki kualitas hidup.
Kisi-kisi Soal TKA Bahasa Indonesia
Sementara itu, Pusmendik juga telah merilis kisi-kisi soal TKA bagi siswa kelas 12 SMA/SMK/MA sederajat.
Soal TKA Bahasa Indonesia memuat keterampilan membaca yang diujikan pada dua jenis teks, yaitu teks informasi tunggal maupun jamak, serta teks fiksi.
- Teks informasi dapat berbentuk tunggal maupun jamak, dan merupakan teks yang berisi fakta, konsep, prosedur, dan metakognisi dari berbagai bidang atau topik, genre, dan konteks pada skala lokal, nasional, dan global.
- Teks fiksi dapat berupa realisme atau absurd, dengan latar cerita konkret atau abstrak, tokoh dengan karakter bulat, konflik tunggal atau jamak dengan penyelesaian terbuka, alur campuran, dan sudut pandang campuran.
Teks yang digunakan TKA Bahasa Indonesia juga memiliki karakteristik kosakata, kalimat, dan wacana tertentu.
- Karakteristik kosakata: kata khusus dan kata umum, kata berimbuhan kompleks, kata abstrak, makna denotatif, istilah teknis, konotatif konteks luas;
- Karakteristik kalimat: 8-12 kata kata per kalimat, dengan kalimat kompleks berbagai pola dan kalimat inversi;
- Karakteristik wacana: konjungsi antarparagraf, makna 'pertentangan' dan 'sebab akibat', dan tanda baca untuk mendukung ungkapan dan makna, dengan panjang teks 250–300 kata (kecuali teks puisi).
Matriks Asesmen Soal TKA Bahasa Indonesia Jenjang SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat:
1. Kompetensi: Pemahaman Tekstual
Subkompetensi:
- Mengidentifikasi penggunaan kata serapan dari bahasa daerah/asing dalam berbagai bidang.
- Mengidentifikasi latar, karakter, dan/atau fenomena berdasarkan kosakata yang digunakan dalam teks fiksi atau nonfiksi.
- Menyusun kerangka atau bagan berdasarkan bagian-bagian penting dalam teks.
2. Kompetensi: Pemahaman Inferensial
Subkompetensi:
- Menyimpulkan ide pokok, gagasan pendukung, tokoh, peristiwa, latar, konflik, atau nilai-nilai dalam teks.
- Menjelaskan hubungan makna antarkalimat dan/atau antarparagraf dalam teks.
- Memprediksi lanjutan atau akhir uraian/cerita berdasarkan bagian tertentu dalam teks.
3. Kompetensi: Evaluasi dan Apresiasi
Subkompetensi:
- Menilai relevansi peristiwa dalam teks dengan kehidupan sehari-hari.
- Menilai keakuratan, kesesuaian, kecukupan, atau ketepatan informasi dalam teks.
- Menilai ketepatan dan kesesuaian penggunaan bahasa dalam teks.
- Menilai ketepatan bagian teks untuk menggambarkan karakter, peristiwa, atau latar dalam teks fiksi.
- Menyimpulkan respons emosional terhadap unsur puisi, prosa, dan drama.
(Tribunnews.com/Sri Juliati)