Akulaku Finance Raih Pendanaan Sindikasi Rp200 Miliar dari Hana Bank dan OK Bank

23 hours ago 1

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Akulaku Finance Indonesia memperoleh kesepakatan pendanaan executing melalui skema nine woody dari dua institusi perbankan, PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) dan PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) senilai Rp200 miliar.

Dalam kesepakatan ini, Hana Bank bertindak sebagai pemimpin pengatur penyaluran pinjaman dan memungkinkan masing-masing pemberi pinjaman mengambil keputusan secara independen, dengan tetap mengacu pada struktur dan ketentuan yang telah disepakati bersama.

“Dukungan dari Hana Bank dan OK Bank mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap cardinal bisnis kami. Pendanaan ini akan memperkuat posisi kami dalam upaya untuk memperluas akses pembiayaan integer yang inklusif,” kata Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, dikutip Kamis, 28 Agustus 2025.

Dia mengatakan, pendanaan ini sekaligus menandai langkah penting bagi PT Akulaku Finance Indonesia dalam memperkuat ketahanan likuiditas dan mendiversifikasi sumber pendanaan dalam
jangka menengah.

Selain untuk memperluas kapasitas pembiayaan, kesepakatan pendanaan executing ini juga mencerminkan komitmen perusahaan terhadap tata kelola keuangan yang sehat dan kolaboratif bersama institusi perbankan nasional.

Hana Bank dan OK Bank menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk nyata sinergi antara sektor perbankan dan perusahaan pembiayaan digital.

Menurut Direktur Bisnis Hana Bank Geoffry Nugraha, kerja sama ini sejalan dengan komitmen Hana Bank untuk memperkuat inklusi keuangan dan turut mendorong bisnis retail UMKM melalui pemanfaatan kanal digital.

"Kami optimistis kolaborasi ini dapat memperluas jangkauan layanan ke segmen masyarakat yang lebih luas," ungkap Geoffry Nugraha.

Baca juga: OJK Lakukan Pengetatan, Pengguna Paylater Minimal Berusia 18 Tahun dan Gaji Rp3 Juta per Bulan

Direktur Bisnis OK Bank Vincentia M Djuniwati Wijaya menambahkan, pemberian fasilitas kredit kepada Akulaku Finance ini menunjukkan komitmen kuat perusahaan dalam menjangkau konsumen ritel nasional dan mendukung pertumbuhan bisnis pembiayaan konsumsi yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan portofolio kredit nasional.

Diversifikasi Sumber Pendanaan

Sebelumnya seperti dikutip Kontan, Akulaku Finance berupaya memperkuat diversifikasi sumber pendanaan untuk menjawab tantangan kondisi makroekonomi dan isu likuiditas masih membayangi bisnis bargain present wage aboriginal (BNPL) atau paylater di 2025 ini.

"Kami terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan untuk menjaga keberlanjutan bisnis," kata Direktur Keuangan Akulaku Finance Indonesia, Aan Setiawandi, Kamis pekan lalu (21/8/2025).

Baca juga: Waspada, Modus Penipuan Iklan Penawaran Paylater dan Kartu Kredit yang Mengatasnamakan BCA

Perusahaan menargetkan peningkatan nilai penyaluran paylater hingga akhir 2025 dengan cara memperluas kanal distribusi ke merchant offline dan menjalankan sejumlah inisiatif strategis.

"Kami juga memperkuat kinerja jangka panjang serta mengelola biaya operasional secara lebih efisien melalui diversifikasi sumber pendanaan," kata Aan. 

Sebanyak 87 persen dari full pembiayaan perusahaan berasal dari produk paylater sepanjang semester I-2025. OJK mencatat penyaluran pembiayaan bargain present wage aboriginal (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan mencapai Rp 8,56 triliun per Juni 2025, tumbuh 56,26 persen secara tahunan (YoY).

Laporan Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Sebagian artikel ini dikutip dari: Kontan

Read Entire Article









close
Banner iklan disini