TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, meminta pemerintah menyelidiki secara menyeluruh insiden penembakan terhadap Paulus Taeki Oki (60), warga Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, oleh aparat keamanan Timor Leste.
Andreas menekankan pentingnya penyelesaian tidak hanya dari aspek antarnegara, tetapi juga dengan pendekatan kewargaan dan kemanusiaan.
Baca juga: Keterangan Saksi Warga NTT Diduga Tertembak Polisi Timor Leste: Bermula dari Pemasangan Patok
"Orang Timor, apalagi yang berada wilayah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste pada dasarnya bersaudara, kerabat karena turunan, kesukuan atau kawin-mawin. Bangsa penjajah, dahulu Portugis dan Belanda memisahkan mereka dalam batas teritori kolonial," kata Andreas kepada Tribunnews.com, Rabu (27/8/2025).
Namun, kata dia, Pemerintah Indonesia menyatukan mereka, tetapi berbagai tekanan internasional melalui penentuan pendapat rakyat tahun 1998 akhirnya warga Timor kembali terpisah dalam negara Indonesia dan Timor Leste.
"Sebagai warga yang hidup berdampingan kebersamaan dan konflik seringkali terjadi, begitupun dengan di perbatasan Timor," ujarnya.
Andreas berharap investigasi lintas negara bisa dilakukan secara adil dan transparan, dengan mempertimbangkan relasi sosial masyarakat perbatasan
"Oleh karena itu, perlu diselidiki persoalan ini di samping persoalan antara negara, tetapi juga melalui pendekatan kewargaan, sehingga tidak menimbulkan bias persoalan yang menjadi konflik antarnegara," ucapnya.
Sementara itu, Kepolisian Daerah NTT memastikan kondisi di perbatasan Indonesia-Timor Leste telah aman pasca insiden tersebut pada Senin (25/8/2025).
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, mengatakan situasi di lokasi yang menjadi wilayah sengketa sudah dapat dikendalikan.
"Di wilayah TTU, khususnya wilayah sengketa itu hingga saat ini aman dan dapat dikendalikan," kata Henry, Selasa (26/8/2026).
Ia menjelaskan, aparat kepolisian bersama pasukan pengamanan perbatasan terus melakukan patroli gabungan guna menjaga stabilitas keamanan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.
Terkait korban luka tembak dalam insiden tersebut, Henry memastikan telah dievakuasi ke Polres TTU untuk mendapat perawatan medis.