TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Dwi Hartono ternyata sempat mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati Pemalang, Jawa Tengah, dalam Pilkada 2024.
Tersangka otak penculikan dan pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) sebuah slope BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37), itu bahkan sempat mengambil formulir pencalonan di kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pemalang pada 8 Mei 2024.
Dwi, yang dikenal sebagai pengusaha bimbingan belajar, menjadi orang kelima yang mengambil formulir pencalonan di PKB Pemalang.
Saat itu, ia menyatakan keinginannya untuk berkontribusi membangun Pemalang, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Namun Dwi akhirnya tidak lolos dalam proses penjaringan interior partai.
Ia gagal maju Pilkada Pemalang karena kalah bersaing dengan artis Vicky Prasetyo.
PKB memutuskan mengusung artis Vicky Prasetyo sebagai calon bupati Pemalang, dan menduetkannya dengan Mochamad Suwendi sebagai calon wakil bupati.
Meski, akhirnya pasangan itu juga kalah dari Anom Widiyantoro dan Nurkholes yang memenangkan Pilkada Pemalang 2024 dengan raihan suara 44,51 persen.
Baca juga: Dwi Hartono Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN Ternyata Pernah Nyaris Maju di Pilkada Pemalang
Informasi mengenai Dwi Hartono yang sempat mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati Pemalang ini mencuat setelah ia ditangkap oleh Subdit Resmob dan Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (23/8/2025).
Dwi Hartono dicokok polisi karena menjadi salah satu aktor intelektual dalam kasus penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, membenarkan bahwa Dwi Hartono merupakan pengusaha.
“Penyidik tahunya pengusaha, bukan motivator,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Kronologi Kasus Penculikan dan Pembunuhan
Korban, Mohamad Ilham Pradipta, ditemukan tewas di country persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB.
Sebelumnya, ia diculik dari country parkir sebuah supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025).
Rekaman CCTV menunjukkan korban disergap oleh beberapa pria saat hendak membuka pintu mobilnya.