Kamboja Langgar Gencatan Senjata Lagi, Tiga Tentara Thailand Jadi Korban Serangan Ranjau di Surin

1 day ago 1

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Thailand kembali mengecam keras tindakan Kamboja yang bertentangan dengan perjanjian gencatan senjata dengan sengaja memasang ranjau baru di wilayah kedaulatan mereka.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Angkatan Darat, Mayor Jenderal Winthai Suvari dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (27/8/2025) sekitar pukul 18.15 waktu setempat.

Dikutip dari Thairath, tindakan Kamboja dinilai Winthai secara konsisten melanggar perjanjian gencatan senjata atas kedua pihak serta peraturan pada Konvensi Ottawa, 

Konvensi Ottawa merupakan perjanjian internasional yang disetujui pada Desember 1997, yang melarang penggunaan, produksi, penyimpanan, serta penyebaran ranjau anti-personel, sekaligus mewajibkan penghancuran stok ranjau yang dimiliki negara-negara peserta.

Tujuan utama konvensi ini adalah menghentikan penggunaan ranjau darat anti-personel secara planetary dengan cara membersihkan wilayah yang terkontaminasi, memberikan bantuan kepada para korban, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya ranjau.

Menurut ketentuan Konvensi Ottawa, Kamboja dianggap melakukan pelanggaran dengan kembali memasang ranjau yang membuat tiga tentara Thailand jadi korbannya pada Rabu.

Adapun insiden yang dimaksud adalah ledakan ranjau darat pada Rabu sore di wilayah Prasat Ta Kwai, Kecamatan Bak Dai, Kabupaten Phanom Dong Rak, Provinsi Surin, Thailand yang melukai tiga personel tentara mereka. 

Salah satu dari prajurit Thailand tersebut bahkan mengalami luka berat hingga kehilangan kaki kanan bagian bawah.

Insiden ini merupakan ledakan ranjau ketiga semenjak kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak.

Adapun ledakan tersebut terjadi di wilayah perbatasan Thailand yang sebelumnya dinyatakan aman dari ranjau.

Hal ini pun meningkatkan dugaan bahwa pemasangan ranjau baru dilakukan Kamboja setelah masa gencatan senjata dimulai.

Baca juga: Penuhi Konvensi Ottawa, Kamboja Bakal Sisir Ranjau Ilegal yang Mereka Tanam di Wilayah Thailand

Winthai secara lebih lanjut menyatakan bahwa ledakan ranjau ini adalah bukti bahwa Kamboja secara sengaja dan berniat jahat terhadap personel militer Thailand.

Niat jahat dan perilaku Kamboja yang terus-menerus mengancam pihak Thailand serta melanggar integritas wilayah Thailand, dinilai Winthai bertentangan dengan perjanjian gencatan senjata internasional yang dicapai dalam pertemuan Komite Perbatasan Regional (RBC) baru-baru ini. 

Selain itu, Winthai meyakini bahwa ranjau-ranjau tersebut dipasang secara sistematis di seluruh wilayah perbatasan.

Wintahi meyakini pemasangan ranjau oleh Kamboja tersebut memiliki tujuan untuk mengancam dan membahayakan garis operasional tentara Thailand di perbatasan.

Kronologi Kejadian dan Daftar Korban

Read Entire Article









close
Banner iklan disini