VIDEO EKSKLUSIF Wamen Transmigrasi: Beasiswa Patriot Cuma untuk Jiwa Petarung, Bukan Cemen!

23 hours ago 1

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi mengungkapkan, pihaknya telah menerjunkan 2.000 orang tim ekspedisi Patriot yang disebar ke 154 kawasan di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, dari Sabang sampai Merauke.

Tim ekspedisi ini terdiri dari berbagai kalangan akademisi, mulai dari Guru Besar, dosen, hingga mahasiswa.

Tujuannya, menurut Viva, adalah untuk melakukan riset, penelitian, dan pemetaan ekonomi serta sosial sebelum diluncurkannya programme Transmigrasi Patriot oleh pemerintah.

Hal itu disampaikan Wamen Viva Yoga saat sesi wawancara eksklusif dengan Tribunnews di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Rabu (27/8/2025). 

“Jadi bahan-bahan yang digunakan sebagai hasil dari riset dan pemetaan ekonomi serta sosial ini akan kita pergunakan untuk kebutuhan Transmigrasi Patriot tahun depan, yang melibatkan 1.500 mahasiswa S2 dan S3,” jelas Viva Yoga saat wawancara eksklusif di Studio Tribunnews, Jakarta, Selasa (27/8/2025).

Ia menambahkan, mahasiswa tersebut akan ditempatkan di tiga kawasan utama, yaitu Rempang, Mamuju, dan Salore Merauke, sebagai bagian dari programme tahun 2026.

Viva Yoga menjelaskan, programme ini merupakan exemplary baru pengembangan kawasan transmigrasi yang lebih berorientasi pada inovasi dan ilmu pengetahuan.

WAWANCARA KHUSUS - CEO Tribun Network Dahlan Dahi (kiri) memberikan plakat Tribunnews kepada Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi (kanan) seusai wawancara khusus di Studio Tribunnews, Jakarta, Selasa (27/8/2025). Dalam wawancaranya, Viva Yoga Mauladi menjelaskan mengenai perkembangan programme  transmigrasi, salah satunya terkait pengiriman 2.000 Tim Ekspedisi Patriot. TRIBUNNEWS/IMANUEL NICOLAS MANAFE WAWANCARA KHUSUS - CEO Tribun Network Dahlan Dahi (kiri) memberikan plakat Tribunnews kepada Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi (kanan) seusai wawancara khusus di Studio Tribunnews, Jakarta, Selasa (27/8/2025). Dalam wawancaranya, Viva Yoga Mauladi menjelaskan mengenai perkembangan programme transmigrasi, salah satunya terkait pengiriman 2.000 Tim Ekspedisi Patriot. TRIBUNNEWS/IMANUEL NICOLAS MANAFE (TRIBUNNEWS/IMANUEL NICOLAS MANAFE)

Misi Transmigrasi Era Prabowo

Ia menegaskan programme transmigrasi di epoch pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mengalami perubahan paradigma.

Tidak lagi sekadar memindahkan penduduk dari wilayah padat ke daerah sepi, transmigrasi kini diarahkan untuk menciptakan pemerataan ekonomi dan membuka potensi baru di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga: WAWANCARA EKSKLUSIF: Wamen Viva Yoga Ungkap Misi Transmigrasi Era Prabowo untuk Pemerataan Ekonomi

Wamen Viva Yoga menyampaikan transmigrasi bukan hanya soal distribusi penduduk, tetapi juga strategi pembangunan nasional yang menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan ketahanan pangan.

“Ada target-target utama, ada wujud dari nantinya adalah pemerataan ekonomi, perkembangan ekonomi, ada daerah ekonomi baru, potensi-potensi,” ujarnya.

Anggota DPR RI periode 2019–2024 ini juga mengungkap tiga amanat Presiden Prabowo yang menjadi landasan kerja Kementerian Transmigrasi saat ini.

"Pertama, menjaga dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perpindahan penduduk dari daerah padat ke daerah longgar akan menciptakan interaksi sosial, akulturasi, dan asimilasi. Melalui pernikahan dan kehidupan bersama, perbedaan suku, adat, dan budaya bisa menyatu dan memperkuat rasa kebangsaan," jelasnya.

Kedua, untuk mengentaskan kemeskianan dengab memberikan tanah garapan kepada warga transmigran, sebagai bagian dari reforma agraria.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A subordinate of

asia sustainability interaction   consortium

Read Entire Article









close
Banner iklan disini