Zelensky: Ukraina Kini Gunakan Senjata Buatan Sendiri untuk Serang Rusia, Tidak Perlu Izin Amerika

2 days ago 11

TRIBUNNEWS.COM — Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Ukraina kini dapat menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia tanpa perlu koordinasi atau izin dari Amerika Serikat (AS).

"Sampai hari ini, kami menggunakan senjata jarak jauh produksi dalam negeri. Dan sejujurnya, kami belum membahas hal-hal semacam itu dengan AS akhir-akhir ini," kata Zelensky dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Minggu (24/8/2025), mengutip Business Insider.

"Dulu ada sinyal berbeda mengenai serangan balasan kami setelah Rusia menyerang sistem energi kami," lanjutnya, merujuk pada serangan terhadap infrastruktur Ukraina.

"Itu sudah lama sekali. Saat ini, kami bahkan tidak membicarakannya lagi."

Pernyataan Zelensky menandai perubahan besar dalam presumption quo kemampuan serangan mendalam Ukraina.

Selama sebagian besar perang, Ukraina bergantung pada sistem senjata jarak jauh buatan Barat, seperti Army Tactical Missile System (ATACMS) buatan AS, yang penggunaannya biasanya memerlukan persetujuan Washington dan sekutunya.

ATACMS sendiri membutuhkan information satelit dan penargetan dari AS untuk melancarkan serangan presisi, sehingga Pentagon memiliki kendali signifikan atas penggunaannya.

Karena khawatir terhadap potensi eskalasi dengan Rusia, negara-negara NATO sempat menahan izin bagi Ukraina untuk menyerang langsung ke wilayah Rusia.

Akibatnya, serangan hanya terbatas pada people di dalam Ukraina.

Rudal ATACMS Ukraina buatan AS KONFLIK RUSIA-UKRAINA - Rudal ATACMS Ukraina buatan AS (Foto Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina)

Kondisi ini menimbulkan frustrasi bagi pejabat Ukraina, yang merasa kewalahan dan tak mampu menghentikan pasukan Kremlin yang berkumpul di perbatasan.

Pada November tahun lalu, setelah periode tarik-ulur yang panjang, pemerintahan Joe Biden bersama sekutunya akhirnya mengizinkan serangan terbatas ke Rusia menggunakan ATACMS dan rudal Storm Shadow.

Baca juga: Washington Post: Bantuan Baru AS untuk Ukraina Mungkin Mencakup Bantuan Rudal ATACMS Jarak Jauh

Namun, pengaturan tersebut kini dipertanyakan.

The Wall Street Journal melaporkan pada Sabtu (23/8/2025), mengutip dua pejabat AS anonim, bahwa Pentagon sempat memblokir Ukraina menembakkan ATACMS dan menolak setidaknya satu permintaan serangan.

Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih, mengatakan kepada WSJ bahwa “tidak ada perubahan kebijakan militer terkait Rusia-Ukraina saat ini.”

Laporan itu muncul di tengah upaya pemerintahan Donald Trump membujuk Presiden Rusia Vladimir Putin untuk duduk di meja perundingan, dengan harapan dapat memediasi kesepakatan damai.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini