Arti ACAB, 1312, Who Do You Call When The Police Murder? Viral usai Insiden Ojol Dilindas Rantis

3 hours ago 1

TRIBUNNEWS.COM - Media sosial tengah diramaikan dengan tulisan ACAB, 1312, dan Who Do You Call When The Police Murder?

Hal ini terjadi setelah kendaraan taktis (rantis) milik Brimob melindas seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan saat aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025) malam.

Aksi polisi itu tentu saja menuai kecaman dari berbagai kalangan. Bahkan banyak yang menyebut sebagai tindakan biadab kepolisian terhadap rakyat.

Dalam setiap unggahan protes terhadap aparat kepolisian, warganet juga ikut menyematkan tagar ACAB dan 1312.

Termasuk postingan dengan tulisan Who Do You Call When The Police Murder?

Lalu, apa saja arti ACAB, 1312, dan Who Do You Call When The Police Murder? Simak penjelasannya.

Arti ACAB

Seorang wanita memegang plakat saat peringatan untuk Warit Somnoi, 15 tahun, seorang pengunjuk rasa yang telah meninggal dua bulan setelah ditembak selama demonstrasi anti-pemerintah, di luar kantor polisi di Bangkok pada 29 Oktober 2021. (ARSIP, OKTOBER 2021)
Seorang wanita memegang plakat saat peringatan untuk Warit Somnoi, 15 tahun, seorang pengunjuk rasa yang telah meninggal dua bulan setelah ditembak selama demonstrasi anti-pemerintah, di luar kantor polisi di Bangkok pada 29 Oktober 2021. (ARSIP, OKTOBER 2021) (Jack TAYLOR / AFP)

ACAB adalah singkatan dari All Cops Are Bastards atau All Coppers Are Bastards. Dalam bahasa Indonesia, All Cops Are Bastards artinya semua polisi adalah baj*ngan.

Mengutip dari dictionary.com, bull dan copper adalah istilah slang untuk petugas polisi yang muncul di Amerika pada abad ke-19. 

Sementara Istilah "baj*ngan" telah lama digunakan sebagai bentuk penghinaan kasar bagi "orang yang tercela".

Diketahui secara persis, siapa yang pertama kali mencetuskan frasa All Cops Are Bastards atau ABCA. Namun, frasa ini telah ditemukan sejak tahun 1970-an. 

Alasan mendasar di balik penyebutan semua polisi sebagai baj*ngan-—meskipun tidak secara harfiah semua polisi dianggap sebagai adalah orang jahat—adalah karena kepolisian pada dasarnya bersifat opresif.

Baca juga: BREAKING NEWS Demo Memanas di Jambi dan Surabaya: Gedung DPRD Dilempar, Polisi Lepaskan Gas Air Mata

Opresif adalah sesuatu yang memberatkan, tidak adil, kejam, atau tirani, yang sering kali merujuk pada kondisi atau situasi eksternal yang memberikan beban berat pada kesejahteraan seseorang. 

Istilah ini juga digunakan untuk menggambarkan perilaku atau sistem yang menindas, menghancurkan kebebasan, dan menyebabkan diskriminasi.

ACAB telah dipakai selama beberapa dekade, terutama dalam bentuk grafiti, spanduk, bahkan hingga tagar di media sosial oleh orang-orang yang menentang polisi karena berbagai alasan.

Setelah pembunuhan George Floyd Jr, seorang Afrika-Amerika yang tewas dibunuh dalam penangkapan oleh seorang polisi di Minneapolis, AS pada tahun 2020, ACAB secara khusus digunakan sebagai wujud protes menentang kekerasan dan rasisme polisi.

Arti 1312

Grafiti bertuliskan No Justice No Peace atau Tidak Ada Perdamaian tanpa Keadilan serta A.C.A.B yang dituliskan di luar Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). Grafiti bertuliskan No Justice No Peace atau Tidak Ada Perdamaian tanpa Keadilan serta A.C.A.B yang dituliskan di luar Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). (Kompas TV (Achmad Ibrahim/Associated Press))
Read Entire Article









close
Banner iklan disini